Jaman sekarang orang

Pendidikan umum dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, keluarga merupakan salah satu lembaga yang mengemban tugas dan tanggung jawab dalam pencapaian tujuan pendidikan umum. Tujuan esensial pendidikan umum adalah mengupayakan subyek didik menjadi yang utuh. Untuk mencapai tujuan ini, tugas dan tanggung jawab keluarga (orang tua) adalah menciptakan situasi dan kondisi yang memuat iklim yang dapat dihayati anak-anak untuk memperdayakan dan memperluas makna-makna esensial.
Dalam Islam, eksistensi anak adalah adanya dua hubungan yaitu dengan Allah SWT sebagai penciptanya, dan hubungan horizontal dengan orang tua dan masyarakat yang bertanggung jawab untuk mendidiknya agar menjadi manusia yang taat beragama. Walaupun fitrah kejadian anak itu suci, akan tetapi mempunyai dwi potensi, bisa menjadi baik melalui pendidikan yang benar dan bisa menjadi buruk asuhan, tidak berpendidikan dan tanpa norma-norma agama Islam.  Pada masa anak-anak dapat dikatakan bahwa pembinaan mental anak hampir dimonopoli orang tua, terutama ibu, karena pada umur tersebut anak lebih banyak berada dalam lingkungan keluarga dengan ibu bapaknya. Sedangkan anak pada usia tersebut belum mampu berfikir logis. Ia menyerap nilai-nilai dan unsur-unsur bagi perkembangan pribadinya, karena itu pembinaan mental keagamaan, contoh dan kebiasaan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai agama dari orang tua sangat penting untuk diketahui anak.
Di dalam Al-Qur’an juga terdapat banyak ajaran yang berisi prinsip- prinsip yang berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan. Sebagai contoh dapat dibaca kisah Luqman mengajari anaknya dalam surat Luqmān ayat 12 sampai ayat 19.  Namun pada ayat 17 menceritakan Luqman mewasiatkan kepada anaknya untuk mendirikan salat dengan sebaik-baiknya, berusaha mengajak manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai Allah dan berusaha agar manusia tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa (amar ma‘ruf nahi munkar), dan selalu bersabar terhadap segala macam cobaan yang menimpa.  Ayat lain menceritakan tujuan hidup tentang nilai suatu kegiatan dan amal saleh. Itu berarti bahwa kegiatan pendidikan harus mendukung tujuan hidup tersebut. Oleh karena itu pendidikan Islam harus menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam. Dengan kata lain, pendidikan Islam harus berlandaskan ayat- ayat Al-Qur’an yang penafsirannya dapat dilakukan berdasarkan ijtihad disesuaikan dengan perubahan dan pembaharuan.



Subscribe to receive free email updates: